Sabtu, 04 Maret 2017

PERSAMAAN AKUNTANSI DAN TRANSAKSI BISNIS

Persamaan Akuntansi 
 
Sumber daya yang dimilikataudikelola perusahaan disebut aset (asset). Contoh aset meliputi kas, tanah, gedung, dan peralatan. Hak atau klaim atas aset biasanya dibagi berdasarkan dua jenis pemilik: (1)hak kreditur dan (2)hak pemilik. Hak kreditur mencerminkan utang perusahaan dan disebut liabilitas (liabilities). Hak pemilik disebut ekuitas pemilik (owner’s equity). Hubungan antara keduanya dapat membentuk persamaan sebagai berikut.

ASET = LIABILITAS +EKUITAS

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan akuntansi (accounting equation). Liabilitas biasanya disebutkan  sebelum ekuitas pemilik dalam persamaan akuntansi karena kreditur memiliki hak pertama atas aset.
Apabila kedua nilai telah diketahui, persamaan akuntansi dapat digunakan untuk mendapatkan nilai ketiga. Sebagai ilustrasi, jika aset yang dimiliki suatu usaha adalah sebesar Rp 100.000.000 dan liabilitasnya Rp 30.000.000, nilai ekuitas pemilik sama dengan Rp 70.000.000, sebagaimana terlihat berikut.
Aset - Liabilitas = Ekuitas Pemilik
Rp 100.000.000 – Rp 30.000.000 = Rp 70.000.000

Contoh Persamaan Akuntansi
Jojon adalah pemilik dan pengelola Jadilah Bintang, sebuah usaha konsultan motivasi. Pada pembukuan yang berakhir pada 31 Desember2014,  Jadilah bintang memilik aset Rp 800.000.000 dan liabilitas Rp 350.000.000. dengan menggunakan persamaan akuntansi, hitunglah jumlah berikut.

  1. Ekuitas pemilik, per 31 Desember 2014 
  2. Ekuitas pemilik, per 31 Desember 2015, jika diasumsikan aset naik Rp 130.000.000 dan liabilitas turun Rp 25.000.000 selama tahun 2015.
Jawab:

  1. Aset            = Liabilitas + Ekuitas pemilik
    Rp 800.000.000   = Rp 350.000.000 + Ekuitas pemilik

    Ekuitas pemilik    = Rp 450.000.000
     
  2. Pertama tentukan, perubahan pada ekuitas pemilik selama tahun 2015 sebagai berikut:
    Aset                      = Liabilitas + Ekuitas pemilik

    Rp 130.000.000   = - Rp 25.000.000 + Ekuitas pemilik

    Ekuitas pemilik    = Rp 155.000.000


    Selanjutnya, tambahkan perubahan ke ekuitas pemilik pada 31 Desember 2014 untuk mendapat angka ekuitas pada 31 Desember 2015, sebagai berikut.

    Ekuitas pemilik 1 Desember 2015 = Rp 450.000.000+Rp 155.000.000 
= Rp 605.000.000

 
                    

Transaksi Bisnis

Aktivitas atau kondisi kondisi ekonomi yang secara langsung mengubah kondisi keuangan perusahaan entitas atau secara langsung  memengaruhi hasil operasionalnya disebut transaksi bisnis (business transaction). Sebagai contoh membeli tanah sebesar Rp 50.000.000 adalah transaksi bisnis.Sebaliknya, perubahan peringkat kredit bisnis tidak secara langsung memengaruhi kas atau elemen lain dalam keuangannya. 

Semua transaksi bisnis dapat dinyatakan dengan perubahan elemen dalam persamaan akutansi. Anda akan melihat bagaimana transaksi bisnis memengaruhi persamaan akuntansi dengan mempelajari transaksi sejenis.

Sebagai dasar contoh, kita akan menggunakan perusahaan perseorangan yang dikelola oleh Cinta Cita.

Contoh.

Transaksi A.
1 Nov. 2014
Cinta Cita membuka rekening di bank dengan setoran awal Rp 25.000.000 atas nama SolusiNet.



Pengaruh dari transaksi ini adalah meningkatkan jumlah aset kas (pada sisi kiri persamaan) sebesar Rp 25.000.000 untuk menyeimbangkan persamaan, ekuitas pemilik (pada sisi kanan persamaan) naik dengan jumlah yang sama.
Pengaruh dari transaksi ini pada persamaan akuntansi SolusiNet adalah sebagai berikut.



Transaksi B.
5 Nov.2014
Solus Netmembayar uang sebesar Rp 20.000.000 untuk mendapat tanah.

Pembelian tanah mengubah susunan aset, tetapi tidak mengubah jumlah total aset, pos sebelum transaksi ini dan pengaruh setelah transaksi berikut dengan jumlah baru, atau saldo (balances), dari masing-masing pos ditunjukan sebagai berikut.




Transaksi C.
10 Nov 2014
SolusiNet membeli bahan habis pakai sebesar Rp 1.350.000 dan berjanji untuk membayar pemasok dalam waktu dekat.

SolusiNet membeli bahan habis pakai sebesar Rp 1.350.000 dan berjanji membayar pemasok dalam waktu dekat. Jenis transaksi ini disebut pembelian kredit. Kewajiban yang terjadi disebut utang usaha(account payable). Bahan habis pakai (seperti kertas, pulpen, tinta, printer, dan lain-lain) yang digunakan perusahaan dimasa mendatang dicatat sebagi beban dibayar dimuka (prepaid expense), yang merupakan aset. Pengaruh transaksi ini adalah kenaikan pada nilai aset (Bahan Habis Pakai) maupun liabilitas (Utang Usaha) sebesar Rp 1.350.000 sebagai berikut:

 
Transaksi D.
18 Nov.2014
SolusiNet menerima Rp7.500.000 secara tunai atas penyediaan jasa ke pelanggan.

Selama bulan pertama masa operasional SolusiNet menyediakan jasa kepelangan menghasilkan Rp 7.500.000 dan menerimanya secara tunai. Masuknya kas meningkatkan aset SolusiNet dan juga meningkat modal Cinta Cita diperusahaan supaya pengaruh transaksi atas akun pemilik modal dapat diidentifikasi dan dirangkum secara terpisah. Jadi, transaksi ini dicatat sebagai kenaikan pada Kas dan pendapatan honor (Pendapatan Jasa) sebesar Rp 7.500.000 sebagi berikut:


Transaksi E.
30 Nov.2014
SolusiNet membayar berbagai beban berikut dalam bulan tersebut: gaji karyawan Rp 2.125.000, beban sewa kantorRp 800.000, beban utilitas (listrik, air, telepon) Rp450.000, dan beban lain-lain Rp 275.000.

Selama periode berjalan, SolusiNet juga menggunakan uang atau aset-aset lainnya untuk mengasilkan pendapatan. Aset yang digunakan dalam proses memperoleh pendapatan disebut beban (expense). Beban meliputi bahan habis pakai, gaji karyawan, serta aset dan jasa lain yang digunakan dalam menjalankan perusahaan.
Pengaruh sekelompok transaksi diatas adalah kebalikan dari pengaruh pendapatan. Transaksi ini mengurangi kas dan ekuitas pemilik. Seperti pendapatan jasa, beban dicatat dikolom terpisah disebelah kanan Modal, Cinta Cita. Namun, karena beban mengurangi ekuitas pemilik, maka beban akan dimasukan dalam nilai negatif.






Transaksi F
30 Nov.2014
SolusiNet membayar Rp 950.000 kepada kreditur.

Perlu diingat bahwa membayar utang berbeda dengan membayar beban. Pembayaran mengurangi ekuitas pemilik seperti digambarkan pada transaksi (e). sementara pembayaran utang mengurangi liabilitas.
Ketika SolusiNet membayar Rp 950.000 kepada kreditur pada bulan berjalan,transaksi ini mengurangi jumlah aset dan liabilitas, sebagai berikut;



Transaksi G
30 Nov.2014
Pada akhir bulan, Cinta Cita menghitung bahan habis pakai yang masih tersisa,sejumlah Rp 550.000
                                                                                                                                                    
Bahan habis pakai yang masih tersisa sejumlah Rp 550.000. berarti selisihnya (Rp 1.350.000-Rp 550.000) telah habis digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan dan dicatat sebagai beban. Penurunan sebesar Rp 800.000 dalam bahan habis pakai dan ekuitas pemilik ditunjukan sebagai berikut;



Transaksi H
30 Nov.2014
CintaCita menarik tunai Rp 2000.000 dari perusahaan untuk keperluan pribadi.

Pada akhir bulan Cinta Cita menarik tunai Rp 2000.000 dari perusahaan untuk keperluan pribadinya. Transaksi ini merupakan kebalikan dari investasi yang dilakukan pemilik. Anda harus berhati-hati untuk tidak mencampur adukkan penarikan oleh pemilik, dengan beban. Penarikan oleh pemilik tidak mencerminkan aset atau jasa yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Penarikan dapat dianggap sebagai pengembalian modal kepada pemilik. Penarikan oleh Cinta Cita dicatat sebagai Penarikan Modal Pemilik (istilah lainnya prive), Cinta Cita. Seperti beban, penarikan dicatat dalam kolom terpisah disebelah kanan modal, Cinta Cita.pengaruh dari penarikan sebesar Rp 2000.000 ditunjukan sebagai berikut;



Transaksi-transaksi SolusiNet telah diringkas sebagai berikut. Setiap transaksi identifikas dalam huruf, saldonya ditunjukan setelah setiap transaksi dicatat.

Ketika membaca kembali ringkasan diatas, perhatikan beberapa hal berikut ini, yang berlaku pada semua jenis usaha:
  1. Pengaruh dari setiap transaksi adalah kenaikan atau penurunan satu atau lebih elemen dalam persamaan akuntansi. 
  2. Dua sisi persamaan akuntansi akan selalu sama. 
  3. Ekuitas pemilik akan naik sebesar jumlah investasi pemilik, dan turun jika terjadi penararikan modal oleh pemilik. Selain itu, ekuitas pemilik juga naik karena pendapatan dan turun karena beban.

    Sumber:PengantarAkuntansiAdaptasiIndonesia-edisi25/2014/salemba empat

0 komentar:

Posting Komentar