Selasa, 07 Maret 2017

PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH



Dasar Hukum

  • UU No.18 Tahun 1997, telah diubah dengan: 
  • UU No. 34 Tahun 2000

Pajak Daerah dan Retribusi Daerah


dengan berlakunya UU No.18 tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, beserta peraturan pelaksanaannya, maka jenis-jenis Pajak dan Retribusi Daerah yang dapat dipungut oleh pemerintah daerah sudah ditentukan secara limitatif.

 
Jenis Pajak Daerah terdiri dari
1.      Jenis Pajak Daerah Propinsi
a.       Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (tarif 5%)
b.      Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (tarif 10%)
c.       Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (tarif 5%)
d.      Pajak Pengambilan dan pemanfaatan Air bawah tanah dan Air permukaan (tarif20%)
2.      Jenis Pajak Daerah Kabupaten/Kota
a.       Pajak Hotel (tarif 10%)
b.      Pajak Restoran (tarif 10%)
c.       Pajak Hiburan (tarif 35%)
d.      Pajak Reklame (tarif 25%)
e.       Pajak Penerangan jalan (tarif 10%)
f.       Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C(tarif 20%)
g.      Pajak Parkir (tarif 20%)
  • Ketentuan tentang objek, subjek dan dasar pengenaan pajak diatur dengan Peraturan Pemerintah. 
  • Pajak ditetapkan dengan Peraturan Daerah 
  •  Mentri Dalam Negeri dengan pertimbangan Menteri Keuangan mengesahkan, menolak untuk mengesahkan, atau meminta penyempurnaan terlebih dahulu Peraturan Daerah
 
Alokasi Penerimaan Pajak:
1.      Hasil Penerimaan Pajak Propinsi
      • Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air, ke Daerah Kabupaten/Kota paling sedikit 70% 
      • Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, diserahkan ke Daerah Kabupaten/Kota paling sedikit 70% 
      • Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air bawah Tanah dan Air Permukaan, diserahkan ke Daerah Kabupaten/Kota diatas diperuntukan paling sedikit 70%
2.      Hasil Penerimaan Pajak kabupaten dari jenis-jenis pajak kabupaten/kota diatas diperuntukan paling sedikit 10% bagi Desa di Wilayah Kabupaten.



Jenis (Objek) Retribusi Daerah
1.      Retribusi Jasa Umum
a.       Retribusi pelayanan Kesehatan.
b.      Retribusi pelayanan Persampahan/Kebersihan.
c.       Retribusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk dan akte catatan sipil.
d.      Retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat.
e.       Retribusi parkir di tepi jalan umum.
f.       Retribusi pasar.
g.      Retribusi air bersih.
h.      Retribusi pengujian kendaraan bermotor.
i.        Retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran.
j.        Retribusi penggantian biaya cetak peta.
k.      Retribusi pengujian kapal perikanan.
2.      Retribusi Jasa Usaha.
a.       Retribusi pemakaian kekayaan daerah.
b.      Retribusi pasar grosir dan atau perkantoran.
c.       RetribusiTerminal.
d.      Retribusi tempat khusus parkir.
e.       Retribusi tempat penitipan anak.
f.       Retribusi penyedotan kakus.
g.      Retribusi tempat penginapan/pesanggrahan/villa.
h.      Retribusi rumah potong hewan.
i.        Retribusi tempat pendaratan kapal.
j.        Retribusi tempat rekreasi dan olah raga.
k.      Retribusi penyebrangan di atas air.
l.        Retribusi pengolahan limbah cair.
m.    Retribusi penjualan produksi usaha daerah.
3.      Retribusi Perijinan Tertentu.
a.       Retribusi izin peruntukan penggunaan tanah
b.      Retribusi izin mendirikan bangunan.
c.       Retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol.
d.      Retribusi izin gangguan.
e.       Retribusi izin trayek.
f.       Retribusi izin pengambilan hasil hutan ikutan.



Peluang penetapan jensi pajak baru selain yang telah ditetapkan dalam undang-undang tersebut, memang masih di mungkinkan tetapi harus ditetapkan terlebih dahulu dengan peraturan pemerintah setelah memenuhi kriteria-kriteria yang ditentukan.









Sumber:Butarbutar, srirama.Ritonga, Anshar.2016.Ilmu Hukum Pajak.

0 komentar:

Posting Komentar